·
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat
politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Fachri Ali, menilai,
Megawati Soekarnoputri tidak akan meloloskan Joko Widodo alias Jokowi sebagai
calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pasalnya,
Jokowi bukan keturunan Soekarno.
"Kalau Jokowi
dicalonkan jadi calon presiden, posisi keturunan Bung Karno jadi tidak pasti.
Jadi, kemungkinan besar Megawati di bawah 50 persen dukungannya terhadap
Jokowi," kata Fachri dalam diskusi Pemilu 2014: Antara Demokrasi Voting
dan Demokrasi Kerakyatan di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2013).
Yang pasti, kata dia, PDI-P akan menunggu hasil Pemilu Legislatif 2014 untuk memastikan nasib pencapresan Jokowi. Menurutnya, Jokowi bagi PDI-P adalah anugerah, tetapi juga sekaligus pembawa dilema besar.
Jokowi, kata Fachri, membuat popularitas dan elektabilitas partai berlambang banteng itu meningkat. Tetapi, di sisi lain, ujarnya, dukungan kader partai terhadap Jokowi membuat dilema bagi Megawati dan Puan Maharani karena membuat posisi trah Soekarno tidak lagi mapan dalam politik.
Ia mengatakan, hal itu akhirnya menjadikan partai itu terus menggantungkan nasib Jokowi sebagai capres hingga Pemilu Legislatif 2014.
"Saya berspekulasi, karena garis keturunan ini, Megawati dan Puan tidak pernah tegas mengatakan siapa yang akan menjadi capres PDI Perjuangan sampai sekarang," kata Fachri. Editor : Tri Wahono
Yang pasti, kata dia, PDI-P akan menunggu hasil Pemilu Legislatif 2014 untuk memastikan nasib pencapresan Jokowi. Menurutnya, Jokowi bagi PDI-P adalah anugerah, tetapi juga sekaligus pembawa dilema besar.
Jokowi, kata Fachri, membuat popularitas dan elektabilitas partai berlambang banteng itu meningkat. Tetapi, di sisi lain, ujarnya, dukungan kader partai terhadap Jokowi membuat dilema bagi Megawati dan Puan Maharani karena membuat posisi trah Soekarno tidak lagi mapan dalam politik.
Ia mengatakan, hal itu akhirnya menjadikan partai itu terus menggantungkan nasib Jokowi sebagai capres hingga Pemilu Legislatif 2014.
"Saya berspekulasi, karena garis keturunan ini, Megawati dan Puan tidak pernah tegas mengatakan siapa yang akan menjadi capres PDI Perjuangan sampai sekarang," kata Fachri. Editor : Tri Wahono
0 komentar:
Posting Komentar